Keutamaan Bulan Ramadhan

Alhamdulillah, wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala aalihi wa shohbihi ajma’in.

Sebentar lagi kita akan menginjak bulan Ramadhan. Sudah saatnya kita mempersiapkan ilmu untuk menyongsong bulan tersebut. Insya Allah, kesempatan kali ini dan selanjutnya, muslim.or.id mulai menampilkan artikel-artikel seputar puasa Ramadhan. Semoga dengan persiapan ilmu ini, ibadah Ramadhan kita semakin lebih baik dari sebelumnya. Continue reading

Advertisements

Menentukan awal ramadhan dilakukan dengan salah satu dari dua cara berikut:

  1. Melihat hilal ramadhan.
  2. Menggenapkan bulan Sya’ban menjadi 30 hari.

Melihat Hilal Ramadhan

Dasar dari hal ini adalah firman Allah Ta’ala,

فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

Karena itu, barangsiapa di antara kamu menyaksikan (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan tersebut.” (QS. Al Baqarah: 185)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الشَّهْرُ تِسْعٌ وَعِشْرُونَ لَيْلَةً ، فَلاَ تَصُومُوا حَتَّى تَرَوْهُ ، فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا الْعِدَّةَ ثَلاَثِينَ

Apabila bulan telah masuk kedua puluh sembilan malam (dari bulan Sya’ban, pen). Maka janganlah kalian berpuasa hingga melihat hilal. Dan apabila mendung, sempurnakanlah bulan Sya’ban menjadi tiga  puluh hari.”[1] Continue reading

Ramadhan Mubarakan

Alhamdulillah… Akhirnya Ramadhan datang kembali. Yuk! kita siapkan diri kita dengan ilmu syar’i agar ramadhan kali ini lebih berarti. Apa yang harus kita kerjakan selama bulan ramadhan tentunya sudah terpikir oleh kita sebelumnya. Amalan yang biasa dilakukan di bulan selainnya akan semakin bertambah di bulan yang penuh berkah ini. Ramadhan tahun lalu aku ditemani oleh seorang yang menjadi pendamping hidupku, alhamdulillah pada ramadhan kali ini aku ditemani oleh seorang yang ku sayangi. Ya, dia adalah anaku yang lahir 4 bulan yang lalu tepatnya 7 Mei 2008 dan kami berikan nama Muhammad Jamil Zainu, nama ini kami ambil dari salah seorang ulama ahlu sunnah dan harapan kami semoga dia bisa menjadi seorang ulama shahihah. Amiin…

Rasa syukur pada Ilahi senantiasa kami ucapkan, nikmat yang begitu banyak dan tidak dapat dihitung oleh siapapun juga senantiasa kami rasakan. Ya Allah hanya engkaulah Yang Maha Pemberi dan jadikanlah nikmat ini sebagai karunia yang kau ridhoi. Ramadhan yang suci ini sebagai momentum mu’minun yang mengaharap keberkahan dariNya. Pahala yang berlipat ganda mari diraih dengan ittiba kepada Rasulillah dan terlebih lagi mengikhlaskan segala amalan yang dikerjakan.  Dua Syarat ini mutlak kita kerjakan sebagaimana pendahulu kita yang shalih kerjakan, agar tidak sia-sia dan berdosa.

Islam adalah agama yang sempurna tidak perlu lagi penambahan apalagi pengurangan. Semuanya telah diberikan dan dipraktekan oleh Rasulullah dan Shahabatnya. Allah Tabarakawata’ala menyatakan dalam firmannya di surat al Maidah ayat 3, hanya saja kita pun perlu mengetahui bagaimana cara memahami al Qur’an dan Hadits. Semua itu dikembalikan kepada Ahlu Ilmi yang senantiasa berjalan di atas manhaj Rasulullah dan  Shahabatnya. Mengapa demikian??? Karena sebagaimana yang kita ketahui perpecahan ummat pada agama ini sudah semakin mengkhawatirkan, semuanya merasa paling benar. Lalu siapa yang paling benar? Jawabannya dapat kita ketahui di al Qur’an surat at Taubah ayat 100. Di dalam ayat tersebut Allah menjelaskan keutamaan orang-orang Muhajirin dan Anshar (red-Shahabat) yang pertama kali masuk Islam dan Allah ridho pada mereka dan merekapun ridho. Jadi jangan ragu lagi dengan keislaman, keimanan dan keilmuan mereka pada agama yang mulia ini.